Sejak dibuka pada akhir bulan Mei lalu, hingga saat ini, klinik layanan konsultasi berhenti merokok di kompleks Balaikota Yogyakarta sepi pengunjung.
Menurut catatan yanga ada, hanya ada tujuh orang pengunjung klinik yang buka setiap hari Selasa, dan Jumat ini. Asisten konsultan berhenti merokok dari Quit Tobacco Indonesia (QTI), Adiluhung Prakoso menjelaskan, dari ketujuh orang yang telah berkunjung, sebagian besar berusia 40-an tahun.
Beberapa diantaranya sudah mengidap penyakit gangguan pernapasan yang akut. Adiluhung menuturkan, dari ketujuh orang, dua orang perokok aktif, tiga orang perkoko pasif, dan sisanya adalah yang sudah berhenti, dan ingin memantapkan niat mereka.
Dari semuanya ada satu orang yang bukan PNS. Adiluhung menjelaskan, dari ketujuh orang tersebut, belum ada yang kembali lagi untuk berkonsultasi. Menurutnya setiap konsultasi memakan waktu 15, hingga 30 menit, dan dirinya, atau petugas lain hanya memberikan tips-tips untuk berhenti merokok, tanpa memberikan obat apapun.
Adiluhung menambahkan, jumlah orang yang berkonsultasi di klinik ini memang masih sedikit, dan belum ideal. Namun dirinya menyadari, menghentikan orang dari kebiasaan merokok memang tidak mudah.
| < Prev | Next > |
|---|








